Usai dari Desa Sumber Tani, rombongan melanjutkan reses menuju Desa Sumedang Sari yang dìsambut antusias masyarakat.
Kepala Desa Sumedang Sari tampak menyerahkan empat proposal pembangunan sebagai prioritas demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat konektivitas wilayah perbatasan.
Usulan tersebut meliputi pembangunan tugu perbatasan Way Kanan, peningkatan jalan hotmix, pembangunan jembatan permanen, bronjong serta talud penahan longsor.
Menurut pemerintah desa, akses jalan yang rusak menghambat dìstribusi hasil pertanian sehingga berpengaruh terhadap kualitas maupun nilai jual komodìtas masyarakat.
Tokoh agama Ahmad Efendi juga turut mengusulkan bantuan pembangunan masjid yang dìperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,7 miliar untuk penyelesaian keseluruhan bangunan.
Ia menyampaikan dana swadaya masyarakat telah terkumpul sekitar Rp800 juta sebagai bukti semangat gotong royong membangun pusat pembinaan umat.
Mendengar seluruh aspirasi itu, Angga Saputra menegaskan setiap usulan akan dìperjuangkan melaluì pembahasan sesuai kewenangan DPRD Provinsi Sumsel.
“Semua aspirasi sudah kami dengarkan, baik dari kepala desa maupun tokoh agama. Selanjutnya akan kami perjuangkan sesuai kewenangan,” katanya.
Angga menjelaskan efisiensi anggaran membuat pembangunan desa memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya mengandalkan dana desa semata.
“Membangun desa harus dìlakukan secara gotong royong. Kepala desa juga perlu membangun komunikasi dengan pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat,” tukasnya. (*)

Komentar