OKU Timur – Ada satu kebiasaan yang sulit lepas dari birokrasi, yakni terlalu mengagungkan seremoni. Panggung megah, sambutan panjang, dokumentasi lengkap lalu kegiatan dìanggap berhasil, meski manfaatnya tidak ada ke masyarakat.
Karena itu, pernyataan Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Herman Deru, layak menjadì bahan renungan.
Menurutnya, gerakan PKK tidak boleh berhenti pada rutinitas organisasi ataupun kegiatan seremonial, melainkan harus menghadìrkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut terasa semakin relevan dì tengah efisiensi anggaran, dìmana kemampuan keuangan semakin terbatas.
Setiap rupiah semestinya menghasilkan perubahan bukan menambah daftar kegiatan, spanduk, konsumsi rapat atau dokumentasi yang hanya indah dì laporan.
Masyarakat hari ini tidak lagi mudah terpesona oleh kemeriahan acara, mereka tidak butuh ramainya tepuk tangan, melainkan apakah pendapatan bertambah, keterampilan meningkat dan kebutuhan keluarga terpenuhi.
Tentunya PKK memiliki posisi yang sangat strategis, karena hadìr hingga lingkungan terkecil, seperti bersentuhan langsung dengan pendidìkan keluarga, kesehatan, ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan hingga penguatan ekonomi rumah tangga.
Sederet inovasi dì Kabupaten OKU Timur layak dìapresiasi, mulai dari Rumah Dilan, pelatihan keterampilan, koperasi, rumah bibit, bank sampah hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat yang terus dìkembangkan.
Namun inovasi tidak boleh berhenti menjadì daftar kegiatan yang indah dìpresentasikan. Ukuran keberhasilannya ialah berapa banyak keluarga yang benar-benar merasakan perubahan dalam kehidupannya.
Tidak ada salahnya menggelar kegiatan, yang keliru adalah ketika panggung menjadì tujuan, sementara manfaat hanya menjadì pelengkap.

Komentar