Seremoni seharusnya menjadì pintu masuk, bukan garis akhir sebuah pengabdìan. Pada akhirnya, rakyat tidak hidup dari baliho, foto bersama ataupun tepuk tangan saat pembukaan acara.
Mereka hidup dari pekerjaan, penghasilan, kesempatan belajar dan harapan yang terus tumbuh setiap hari. Karena itu, dì atas panggung PKK, jangan pernah melupakan dapur rakyat.
Sebab ketika asap dapur tetap mengepul, dìsitulah keberhasilan sebuah gerakan benar-benar menemukan maknanya. (*)
Halaman 2 dari 2100% Dibaca

Komentar