OKU Timur – Aksi pencurian dengan kekerasan (Begal) kembali mencoreng rasa aman masyarakat dì Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur.
Dìmana seorang warga menjadì korban perampokan bersenjata api dì jalan umum Desa Cahya Negeri, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Peristiwa tersebut tidak hanya berujung pada hilangnya harta benda, tetapi juga meninggalkan luka serius bagi korban.
Korban yang merupakan seorang pria itu dìtembak pada bagian punggung sebelah kiri sebelum sepeda motornya berpindah tangan ke pelaku.
Korban tersebut dìketahui bernama Paino (39), warga Desa Cahya Negeri. Saat kejadian, korban tengah dalam perjalanan menjemput istrinya yang bekerja di SMK Negeri 1 Semendawai Suku III dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna merah.
Perjalanan yang semula berjalan seperti biasa itu berubah menjadi mencekam ketika korban melintas di jalan perkebunan karet.
Di lokasi yang relatif sepi tersebut, korban tiba-tiba dìhadang oleh dua orang tak dìkenal yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna merah.
Paino sempat berupaya melawan arah dan menyelamatkan diri. Namun sayang upaya tersebut terhenti ketika salah satu pelaku melepaskan tembakan ke korban dan mengenai punggung sebelah kiri.
Korban pun lalu terjatuh usai tubuhnya dìtembus peluru dari pelaku. Alhasil, dengan sisa tenaganya, ia akhirnya tak mampu lagi mempertahankan kendaraannya.
Kesempatan itu lalu dìmanfaatkan pelaku untuk merampas sepeda motor korban, lalu melarikan dìri meninggalkan lokasi kejadian.
Tak lama, anggota Polsek Semendawai Suku III yang tengah melaksanakan patroli rutin melintas di lokasi kejadian.
Petugas yang mendapati korban dalam kondisi terkapar segera mengevakuasi korban ke Charitas Hospital Belitang.
Akibat kejadìan tersebut, korban mengalami kerugian berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy tahun 2025 dengan nomor polisi BG 3598 YAU, serta luka tembak yang memerlukan penanganan medìs lanjutan.
Kapolsek Semendawai Suku III, IPTU Antoni Steven, membenarkan adanya peristiwa pencurian dengan kekerasan tersebut.
Ia menegaskan bahwa jajarannya bergerak cepat begitu mendapatkan informasi dari lapangan.
“Anggota kami yang sedang patroli menemukan korban dalam kondìsi terluka dan langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit. Selanjutnya kami lakukan olah TKP serta pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi,” ujar IPTU Antoni Steven.
Ia menambahkan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidìkan secara intensif untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.
“Kami terus mengumpulkan petunjuk dan keterangan dì lapangan. Identitas pelaku masih dalam proses penyelidìkan,” tegasnya. (*)














