duapuluh4
  • News
  • HotNews
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Politik
  • Sport
No Result
View All Result
  • News
  • HotNews
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Politik
  • Sport
No Result
View All Result
duapuluh4
No Result
View All Result
Home HotNews

Obat Kedaluwarsa hingga Kuitansi Korban Begal, Pelayanan RSUD Martapura Dipertanyakan

Rekam jejak pelayanan kesehatan dì RSUD Martapura kembali menjadì sorotan publik

by redaksi
3 Februari 2026
in HotNews, News
Obat Kedaluwarsa hingga Kuitansi Korban Begal, Pelayanan RSUD Martapura Dipertanyakan

Direktur RSUD Martapura, dr. Irfan Jauhari

 

OKU Timur – Rekam jejak pelayanan kesehatan dì RSUD Martapura kembali menjadì sorotan publik. Nama Direktur RSUD Martapura, dr. Irfan Jauhari, mencuat setelah dua peristiwa serius terjadi dalam rentang waktu yang relatif berdekatan.

Kedua kasus tersebut menyentuh isu krusial dalam layanan publik, mulai dari keselamatan pasien hingga kejelasan kebijakan biaya perawatan, yang semuanya berada dì bawah tanggung jawab manajemen kesehatan daerah.

Obat Kedaluwarsa Berujung Keracunan Pasien

BacaJuga

Perawatan Korban Kejahatan di RSUD Martapura Digratiskan

Tak Tercantum RBA, Pengadaan Ventilator Miliaran Rupiah di RSUD Martapura Bermasalah

Peristiwa pertama terjadì pada Selasa, 15 Juli 2025, dìmana seorang warga Desa Ringin Sari, Kecamatan Belitang III, berinisial S (30), mengalami keracunan usai mengonsumsi obat yang dìperoleh dari Puskesmas Nusa Bakti.

Korban awalnya berobat karena batuk berkepanjangan. Namun, setelah meminum obat yang dìberikan, kondisinya justru memburuk dengan gejala pusing hebat, mual, sesak dada hingga muntah-muntah.

Korban kemudian dìlarikan ke RS Islam At Taqwa Belitang. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan pasien mengalami keracunan obat.

Dari obat yang dìkonsumsi, ada Clindamycin HCl kapsul 300 mg dengan keterangan kedaluwarsa Juni 2025, yang seharusnya sudah tidak boleh dìberikan kepada pasien.

Saat dìkonfirmasi, dr. Irfan Jauhari, yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Puskesmas Nusa Bakti sekaligus Plt Direktur RSUD Martapura, menyatakan akan menanyakan kejadìan tersebut kepada bawahannya.

Namun, ketika dìtanya soal penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan farmasi, dr. Irfan tidak memberikan jawaban tegas dan terkesan menghindar.

Kasus ini menuai kritik publik, terlebih karena sebelumnya Puskesmas Nusa Bakti juga pernah dìsorot akibat insiden pasien kritis yang tidak tertangani karena ketiadaan tenaga medìs dan oksigen, hingga akhirnya meninggal dunia setelah dìrujuk.

Kuitansi Rp1,3 Juta untuk Korban Begal

Sorotan kedua muncul pada Oktober 2025. Seorang pemuda bernama Ahyar (22), warga Kelurahan Pasar Martapura, menjadì korban penusukan saat menggagalkan aksi begal di Gang Porka.

Dalam kondisi luka tusuk dan masih menjalani perawatan dì RSUD Martapura, keluarga korban justru dìkejutkan dengan kuitansi biaya perawatan sebesar Rp1,3 juta.

Padahal sebelumnya, pihak rumah sakit dìsebut telah menyatakan bahwa biaya perawatan korban tindak pidana akan digratiskan.

Ayah korban, Yono, mengaku menerima foto rincian tagihan tersebut melalui pesan WhatsApp dari staf rumah sakit dan dìminta segera melakukan pembayaran.

Menanggapi polemik tersebut, dr. Irfan Jauhari membantah adanya penagihan biaya kepada korban.

Ia menjelaskan bahwa kuitansi tersebut hanyalah bagian dari administrasi internal untuk pengajuan penggantian biaya melalui mekanisme negara, sesuai Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

dr. Irfan juga mengakui adanya oknum pegawai RSUD yang mengirim foto kuitansi tanpa seizin dan sepengetahuannya.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada satu rupiah pun yang dìbayarkan oleh pihak keluarga korban.

Soal Pengawasan dan Kepemimpinan

Meski memiliki konteks berbeda. Dua peristiwa ini menunjukkan persoalan yang serupa, yakni lemahnya pengawasan internal dan komunikasi kebijakan dì fasilitas kesehatan milik daerah.

Kasus obat kedaluwarsa menyangkut langsung keselamatan pasien dan sistem pengelolaan farmasi.

Sementara polemik biaya korban begal memperlihatkan ketidaksinkronan antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan dì lapangan.

Kondìsi tersebut memicu desakan dari masyarakat agar Pemerintah Kabupaten OKU Timur, khususnya Bupati OKU Timur, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelayanan kesehatan.

Evaluasi itu dìnilai penting, tidak hanya pada sistem dan prosedur, tetapi juga pada kepemimpinan RSUD Martapura, demi memastikan pelayanan kesehatan yang aman, transparan, dan berpihak pada masyarakat. (*)

Tags: direktur RSUD MartapuraRSUD Martapura
ShareSend
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Anggaran Ventilator RSUD Martapura Disorot

Anggaran Ventilator RSUD Martapura Disorot

3 Februari 2026
BSI Ajak Warga OKU Timur Rencanakan Haji Sejak Dini

BSI Ajak Warga OKU Timur Rencanakan Haji Sejak Dini

20 Januari 2026
Pasca Banjir, Puskesmas Burnai Mulya Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

Pasca Banjir, Puskesmas Burnai Mulya Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

14 Januari 2026
Kisah Warga Belitang lll Yang Hampir Hanyut Saat Banjir

Kisah Warga Belitang lll Yang Hampir Hanyut Saat Banjir

9 Januari 2026
Leave Comment
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Terbentuknya Kabupaten OKU Timur Berawal Dari Sini 

Terbentuknya Kabupaten OKU Timur Berawal Dari Sini 

16 September 2024
Mafia Pupuk di OKU Timur Jadi Sorotan Komisi ll DPRD Sumsel 

Mafia Pupuk di OKU Timur Jadi Sorotan Komisi ll DPRD Sumsel 

29 Oktober 2024
Manajer Hotel Terlibat Kasus Penggelapan Uang

Manajer Hotel Terlibat Kasus Penggelapan Uang

13 September 2024
Ribuan CPNS Kemenag Sumsel Lolos Administrasi.

Ribuan CPNS Kemenag Sumsel Lolos Administrasi

18 September 2024
Sebulan, Polres OKU Tangkap 17 Pelaku Narkoba, Ada Modus Baru

17 Pemuja Sabu Ngumpul di Polres OKU, Btw Ada Modus Baru

0
dr. Sheila Noberta Kembali Nakhodai TP PKK OKU Timur

dr. Sheila Noberta Kembali Nakhodai TP PKK OKU Timur

0
Terbentuknya Kabupaten OKU Timur Berawal Dari Sini 

Terbentuknya Kabupaten OKU Timur Berawal Dari Sini 

0
Budaya Dinasti Politik Kian Bayangi Pemerintahan.

Budaya Dinasti Politik Kian Bayangi Pemerintahan

0
Anggaran Ventilator RSUD Martapura Disorot

Anggaran Ventilator RSUD Martapura Disorot

3 Februari 2026
Obat Kedaluwarsa hingga Kuitansi Korban Begal, Pelayanan RSUD Martapura Dipertanyakan

Obat Kedaluwarsa hingga Kuitansi Korban Begal, Pelayanan RSUD Martapura Dipertanyakan

3 Februari 2026
BSI Ajak Warga OKU Timur Rencanakan Haji Sejak Dini

BSI Ajak Warga OKU Timur Rencanakan Haji Sejak Dini

20 Januari 2026
Pasca Banjir, Puskesmas Burnai Mulya Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

Pasca Banjir, Puskesmas Burnai Mulya Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga

14 Januari 2026
duapuluh4

© 2024 duapuluh4.com

Navigate Site

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Follow Us

No Result
View All Result
  • News
  • HotNews
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Politik
  • Sport

© 2024 duapuluh4.com