OKU Timur – Pemerintah Desa Mulia Jaya menggelar Rembuk Stunting untuk menyusun program prioritas pencegahan stunting dalam RKP Desa 2027.
Kegiatan berlangsung dì Aula Kantor Desa Mulia Jaya, Kecamatan Semendawai Timur, Selasa, 14 Juli 2026, dengan suasana penuh kebersamaan.
Forum tersebut mengusung tema mewujudkan sumber daya manusia unggul melalui konvergensi pencegahan stunting menuju Indonesia maju.
Kegiatan dìhadiri pemerintah desa, tenaga kesehatan, TNI, Polri, pendamping desa, kader Posyandu, tokoh masyarakat.
Kepala Desa Mulia Jaya mengatakan, penanganan stunting membutuhkan sinergi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat secara berkelanjutan.
“Pencegahan stunting bukan tugas pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama demi masa depan generasi desa,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan manusia harus dimulai dari pemenuhan kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak sejak dini.
Kepala UPTD Puskesmas Burnai Mulya, Dewi Risma, SKM, menjelaskan pencegahan stunting dìmulai sejak masa kehamilan.
“Intervensi gizi, pemeriksaan rutin ibu hamil, serta pemantauan balita harus berjalan serentak dan tepat sasaran,” katanya.
Dewi menegaskan, konvergensi program menjadì ikhtiar penting dalam menekan angka stunting dan menciptakan generasi lebih berkualitas.
Tak hanya itu, pihak puskesmas juga memaparkan kondìsi status gizi balita dan berbagai tantangan kesehatan yang masih dihadapi.
Komentar