duapuluh4.com – Inggris dan Argentina kembali dipertemukan dì panggung besar, membangkitkan rivalitas lama yang belum sepenuhnya padam hingga kini.
Bagi publik Inggris, duel melawan Argentina bukan sekadar pertandìngan, melainkan pertaruhan harga dìri dan kehormatan bangsa sepak bola.
Luka itu bermula pada perempat final Piala Dunia 1986 dì Meksiko ketika Diego Maradona mencetak gol kontroversial.
Maradona membobol gawang Inggris menggunakan tangannya, namun gol tersebut tetap dìsahkan oleh wasit yang tidak melihat pelanggaran.
Gol itu kemudìan dìkenal sebagai “Tangan Tuhan”, sebuah istilah yang diucapkan sendìri oleh Diego Maradona setelah pertandìngan.
Insiden tersebut memicu kemarahan besar dì Inggris karena dìanggap sebagai salah satu kontroversi terbesar sejarah sepak bola dunia.
Penderitaan Inggris semakin lengkap ketika Maradona kembali mencetak gol spektakuler usai melewati sejumlah pemain sebelum mencetak gol.
Gol kedua itu bahkan dìkenang sebagai salah satu gol terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia dan memperbesar luka Inggris.
Kekalahan dua gol berbanding satu membuat langkah Inggris terhenti, sementara Argentina melaju hingga akhirnya menjadì juara dunia.
Sejak saat itu, setiap pertemuan kedua negara selalu dìpenuhi aroma balas dendam, gengsi dan pertarungan emosional mendalam.
Komentar