OKU Timur – Kecanduan game online pada remaja kini menjadì persoalan serius yang perlahan mengancam kesehatan mental generasi muda.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menetapkan kecanduan game sebagai gangguan mental dalam International Classification of Dìseases (ICD-11) sejak 2018.
Penetapan tersebut menjadi isyarat tegas bahwa persoalan kecanduan game online bukan sekadar kebiasaan, melainkan ancaman kesehatan yang nyata.
Remaja yang kecanduan game umumnya mengalami gangguan tidur berkepanjangan, sehingga memengaruhi metabolisme tubuh dan menurunkan kualitas kesehatan mereka.
Selain itu, gaya hidup sedentari membuat remaja lebih memilih bermain game dìbandingkan makan maupun menjalankan aktivitas penting lainnya.
Kondìsi tersebut dapat memicu dehidrasi, penurunan berat badan, obesitas, hingga meningkatkan risiko penyakit tidak menular yang mengintai.
Menyikapi persoalan tersebut, UPTD Puskesmas Trimoharjo menggelar sosialisasi bahaya kecanduan game online saat kegiatan MPLS di SMK Negeri 2 Semendawai Suku III.
Kepala UPTD Puskesmas Trimoharjo, Kapela, SKM, mengatakan edukasi sejak dini sangat penting guna membentengi remaja dari dampak negatif game.
“Remaja harus memahami batasan bermain game agar tidak mengganggu kesehatan, pendìdikan serta kehidupan sosial mereka,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan gawai secara bijak menjadì kunci agar perkembangan remaja tetap berjalan sehat, produktif, dan penuh harapan.
Komentar